Penghujung tahun yang mendebarkan
Sorak sorai terompet tahun baru akan di mulai
Iya, 2015 akan berakhir ...
Tahun ini sungguh tahun keputusan masa depan, tak ada jalan pintas menuju sana, meskipun ada mungkin liku-likunya akan sangat merumitkan seperti kelokan ular tangga dalam permainan.
Hari ini tepat terakhir kalinya 2015 akan berakhir
Segala doa-doa baik selalu ku Aamiinkan
Terimakasih kepada bulan-bulan yang sakral, kepadamu aku banyak belajar
yang setiap sisinya akan selalu ada keputusan dan resiko salah dan benar
Hai, laki-laki bermata senja
Lagi-lagi kamulah yang selalu terlintas pada setiap aksara yang ku tulis
Maaf bukan bermaksud mengagungkanmu, melebihkanmu, meninggikanmu hanya saja aku suka dengan caraku sendiri, mengangumimu.
Tahun lalu, hemmmm maaf :( rasanya tak karuan ketika ingin mengungkapkan ini.
Kau... ahhh kemana saja, satu tahun yang lalu tepat di Desember kau menghilang
Dariku, dari hidupku, dari sosial mediaku...
Kita sama-sama pergi mencari kebahagiaan yang ingin kita cari, kebahagiaan lain yang didapat dari orang lain.
Seluruh ragaku melayang kala itu, hancur berantakan. Seseorang berusaha menguatkanku , dia berhasil tapi tak seluruhnya, hanya sebagian saja.
Entahlah denganmu, I do not want to know.
Yah... senja tahun ini benar-benar kemilau warnanya
Rona merahnya menganga di ufuk barat, FASTABIQUL KHOIR laki-laki yang selalu ku sebut dalam doa-doa ku
Terima kasih sudah kembali di Desember tahun ini...
Tak ada perayaan mewah, suara terompet, kembang api atau sejenisnya namun rasa syukur memilikimu suatu kemewahan tersendiri melebihi tahun baru....
Sorak sorai terompet tahun baru akan di mulai
Iya, 2015 akan berakhir ...
Tahun ini sungguh tahun keputusan masa depan, tak ada jalan pintas menuju sana, meskipun ada mungkin liku-likunya akan sangat merumitkan seperti kelokan ular tangga dalam permainan.
Hari ini tepat terakhir kalinya 2015 akan berakhir
Segala doa-doa baik selalu ku Aamiinkan
Terimakasih kepada bulan-bulan yang sakral, kepadamu aku banyak belajar
yang setiap sisinya akan selalu ada keputusan dan resiko salah dan benar
Hai, laki-laki bermata senja
Lagi-lagi kamulah yang selalu terlintas pada setiap aksara yang ku tulis
Maaf bukan bermaksud mengagungkanmu, melebihkanmu, meninggikanmu hanya saja aku suka dengan caraku sendiri, mengangumimu.
Tahun lalu, hemmmm maaf :( rasanya tak karuan ketika ingin mengungkapkan ini.
Kau... ahhh kemana saja, satu tahun yang lalu tepat di Desember kau menghilang
Dariku, dari hidupku, dari sosial mediaku...
Kita sama-sama pergi mencari kebahagiaan yang ingin kita cari, kebahagiaan lain yang didapat dari orang lain.
Seluruh ragaku melayang kala itu, hancur berantakan. Seseorang berusaha menguatkanku , dia berhasil tapi tak seluruhnya, hanya sebagian saja.
Entahlah denganmu, I do not want to know.
Yah... senja tahun ini benar-benar kemilau warnanya
Rona merahnya menganga di ufuk barat, FASTABIQUL KHOIR laki-laki yang selalu ku sebut dalam doa-doa ku
Terima kasih sudah kembali di Desember tahun ini...
Tak ada perayaan mewah, suara terompet, kembang api atau sejenisnya namun rasa syukur memilikimu suatu kemewahan tersendiri melebihi tahun baru....
















