Kamis, 31 Desember 2015

Desember

Penghujung tahun yang mendebarkan
Sorak sorai terompet tahun baru akan di mulai
Iya, 2015 akan berakhir ...

Tahun ini sungguh tahun keputusan masa depan, tak ada jalan pintas menuju sana, meskipun ada mungkin liku-likunya akan sangat merumitkan seperti kelokan ular tangga dalam permainan.
Hari ini tepat terakhir kalinya 2015 akan berakhir
Segala doa-doa baik selalu ku Aamiinkan

Terimakasih kepada bulan-bulan yang sakral, kepadamu aku banyak belajar
yang setiap sisinya akan selalu ada keputusan dan resiko salah dan benar

Hai, laki-laki bermata senja
Lagi-lagi kamulah yang selalu terlintas pada setiap aksara yang ku tulis
Maaf bukan bermaksud mengagungkanmu, melebihkanmu, meninggikanmu hanya saja aku suka dengan caraku sendiri, mengangumimu.
Tahun lalu, hemmmm maaf :( rasanya tak karuan ketika ingin mengungkapkan ini.
Kau... ahhh kemana saja, satu tahun yang lalu tepat di Desember kau menghilang
Dariku, dari hidupku, dari sosial mediaku...
Kita sama-sama pergi mencari kebahagiaan yang ingin kita cari, kebahagiaan lain yang didapat dari orang lain.
Seluruh ragaku melayang kala itu, hancur berantakan. Seseorang berusaha menguatkanku , dia berhasil tapi tak seluruhnya, hanya sebagian saja.
Entahlah denganmu, I do not want to know.


Yah... senja tahun ini benar-benar kemilau warnanya 
Rona merahnya menganga di ufuk barat, FASTABIQUL KHOIR laki-laki yang selalu ku sebut dalam doa-doa ku
Terima kasih sudah kembali di Desember tahun ini...
Tak ada perayaan mewah, suara terompet, kembang api atau sejenisnya namun rasa syukur memilikimu suatu kemewahan tersendiri melebihi tahun baru....



Kamis, 12 November 2015

Musim semi yang kau janjikan, tak pernah ada

Jika aku tak salah menghitung
ini mungkin ke tigakalinya musim semi beramokan tubuhmu

Pernahkah kau coba perhatikan, Tuan
Hampir saja aku lupa seperti apa bau tengkukmu,, kala itu
Hampir lupa kecupan hangat senja yang selalu melumat habis bibirku
Kalau saja kau tak bilang bahwa senja tinggal di dua bola matamu
mungkin aku tak akan sesedih itu, kehilanganmu
Aku ingat kita pernah melewati senja dengan roda motormu yang memutar
Ketika itu sore mulai layu
Barangkali ingatanku tak sebagus yang aku kira
Buktinya aku lupa
kapan terakhir kali senja jatuh di senyumku
Saat kau melingkarkan lenganmu di perutku


Kota Garam, 12-11-15

 

Rabu, 11 November 2015

Tuhan Maha Asyik

Kepada :
Pemilik bola mata coklat yang meneduhkan

Kita pernah sama-sama saling menemukan dan pada akhirnya kita pun sama-sama meninggalkan.
Inilah Tuhan, kuasanya memang benar-benar dasyat dan mengagumkan.
Dulu saya pikir dunia itu luas, ketika saya mencari sosok partner hidup.
Saya hampir menemukan apa yg saya cari, namun sayangnya bukan sepenuhnya adapadanya, walau kesempurnaan itu tidak pernah ada pada manusia ciptaan-Nya.
Lalu masa itu datang, masa dimana kita sama-sama lelah, masa dimana harapan itu mulai layu
Padahal dimana yang aku kira hanya sebatas kehilangan ternyata lebih mengerikan dari yang aku bayangkan.
Meninggalkan hanya dengan alasan berjalan sendiri-sendiri, itu sangat menyakitkan
Kau tahu tak ubahnya mencoba melupakan setiap detail lekuk tubuhmu, itu sulit sekali
Beberapa aroma manja kerap kali sering datang ketika tidur lelapku
Percaya atau tidak mungkin saat kamu mencium bibir kekasih barumu kau membayangkan itu aku
Nyatanya sekenario Tuhan itu asyik, maha asyik.
Hai, pemilik bola mata coklat yang meneduhkan? kau baik-baik saja bukan, saat ini kau bersamaku lagi
mencicipi setiap ruang dengan kecupan hangat, menemani setiap sapaan mantari dengan perempuan yang kau idamkan
Dan pada matamu aku jatuh cinta berkali-kali berulang kali

Selamat bahagia Fastabiqul Khoir 

Selasa, 13 Oktober 2015

Belajar darimu

Darimu aku belajar bagaimana menyamarkan luka
Memeluk kesedihan dengan tabah
Kamu
Terima kasih tlah mendewasakan aku

Teteplah yang sedemikian sederhananya
Berpetuahlah seperti yang sudah-sudah
Aku mnyaman berada di posisi itu
Darimu pula aku belajar senyum ikhlas itu seperti apa

Mungkin aku mengagumi kelebihanmu
Tapi aku lebih jatuh cinta di tiap-tiap detail kekuranganmu
Ketidaksempurnaan yang indah.

Senin, 28 September 2015

Ada Aamiin-ku di setiap do'a - do'a mu

Mereka bilang, beranilah jatuh cinta, agar tahu bagaimana jahanamnya siksaan rindu.
Mereka bilang, jangan pernah takut gagal, agar tahu betapa kayanya nilai perjalanan. lakukan semuanya agar hidup tak sekedar menukar oksigen dengan karbondioksida, agar sehari tak hanya kerja otot kelopak mata yang membuka dan menutup. lakukan apapun untuk membuat hidup jauh lebih terasa hidup untuk membuat debar dapat di rasa benar.
Kamu, adalah satu dari sedikit laki-laki di seumuranmu yang mau bekerja keras. Yang tak terlalu tergiur mencicipi jenis-jenis dosa baru berkedok gaya hidup.
Ada Aamiin ku di setiap cita-cita yang kamu tulis tempo hari. Raih cita-citamu itu, aku tahu, aku yakin kamu akan berada di situ. Terang, gemilang, seindah bintang.
Buatlah esok hari, ribuan pagi selanjutnya penuh dengan mimpi indahmu. Tentang sehat, panjang umur dan bahagiamu selalu ku bismillahkan setiap hari.
Terimakasih sudah datang, kembali kepelukan yang benar-benar kau inginkan, jangan lupa bersyukur sayang
Umur  bukanlah petunjuk pasti siapa yang lebih dewasa dari siapa.


Sayang Kamu Fastabiqul Khoir

Senin, 24 Agustus 2015

Aroma bawang dan sisa pelukan

Apa yang sebenarnya kita cari?
Di ruang kosong itu 
Tumpukan bantal
Seprai yang berserakan
Sepasang lengan yang kau lilitkan dari belakang tubuhku
Aroma manja khas perawakanmu

Di ujung senja disebelah sana
Aku tersenyum
Ini aroma bawang dan sisa sebuah pelukan
Legit sebuah ciuman menyatukan


Aku suka gelagat malu yang dibahasakan matamu
Selalu ada bait puisi keluar dari situ 







Jumat, 21 Agustus 2015

Terima kasih, ini tentang kamu

Bukan tentang apa yang telah dan akan kau capai, tapi tentang ketika leleh pelukan siapa yang akan mendekap
Bukan tentang siapa yang mendampingi saat mengejar mimpi, tapi siapa yang masih di sisi saat mimpi tak tergapai
Bukan tentang teman mendaki mencapai puncak, tapi yang mau tergelincir saat turun kelak
Bukan tentang mencintaimu karena kau siapa, tapi siapa yang tetap disana saat kau bukan siapa-siapa

Ini tentang kamu


Terima kasih atas debar didadamu
Terima kasih untuk banyak pelukan dan kecupan hangatmu
Terima kasih untuk nyaman yang terlanjur
Aku pulang pada dekapmu bukan hanya sekedar ingin kembali, tapi aku juga ingin sekali mengulang

Aku tak pernah meminta kamu melupakan masa lalumu, demikian pun kamu juga begitu
Karena sejatinya pasangan yang solid itu iya akan lupa pada masa lalunya tanpa diminta oleh pasanganya
 

Minggu, 09 Agustus 2015

Hari ini, dan tanggalnya ( 10 Agustus 2015 )

Tanggal 10, Bulan Agustus
Dikirimnya oleh Tuhan, sebuah angka 1 untuk menambah angka 23 menjadi 24
Angka genap yang sebelumnya ganjil
Selamat  bertambah usia sayangku " Fastabiqul Khoir "

Tetap menjadi laki-laki yang saya banggakan setelah Bapak
Tetap menjadi yang sedemikian sederhananya
Panjang umur, selalu sehat walafiat, makin menjadi pribadi yang rendah hati
Makin dewasa, mengerti apa makna tanggung jawab
Semoga Allah SWT selalu mendengarkan doa-doa mu dan menjawabnya

Semua harapan dan cita-citamu selalu aku Aaminnkan
Kejar semua yang kamu ingin
Sekolahlah yang tinggi, aku akan tetap ada disini mununggumu untuk sebuah kepastian yang pasti
Percayalah,... asal kamu bersedia berjanji untuk tetap berusaha untuk kamu, untuk aku untuk kita   *peluk*
Pertahankan apa yang sudah kamu dapatkan sayang


Engakaulah semestaku
Sekali lagi Selamat Ulang Tahun
Laki-laki yang membuat saya jatuh cinta sehebat ini


Bismillahirrahmanirahim.
24 Tahun

NB : 1 Hari sebelum tanggal ini, aku menulisnya.

Kamis, 25 Juni 2015

Marhaban Ya Ramadhan, This year with you

Ramadhan tahun ini ada yang datang kembali dalam pelukan
Sosok laki-laki yang mengagumkan
Laki-laki yang datang dengan sebongkah harapan
Tahun lalu mungkin sempat ada penggantiku bagimu pun juga penggantimu bagiku
Tak sungkan berterima kasihlah pada mereka karena kita diajarkan untuk belajar.

Tahun ini kau kembali fa,
Mungkin tidak dengan suara kereta atau begadang semalaman denganku, karena menghabiskan sisa-sisa rindu hanya lewat telepon genggam.
Ini berbeda, tahun dimana kita sama-sama berjuang untuk kebaikan kita.
Aku harap tahun berikutnya aku dapat memasakanmu menu sederhana yang tak kalah nikmat dengan masakan ibu dirumah.
Walau ditunda untuk beberapa tahun lamanya.
Aku tak pernah menyalahkan Tuhan yang maha baik, jika memang takdirnya aku harus menunggumu untuk waktu yang lama, aku tak akan pernah berhenti meminta pada  Tuhan tentang perihal kita selalu bersama meski Tuhan  menundanya dan semoga ini rencana terindah Tuhan untuk kita.




Aku dan Kamu sama-sama berjuang untuk menjadi KITA. 

Selasa, 02 Juni 2015

Tentang laki-laki saya

Ini tentang laki-laki saya.
Laki-laki ini saya kenal dari beberapa tahun lalu, dari tahun dimana saya sedang malas dengan namanya sebuah perkenalan.
Saya pernah jatuh, jatuh dan jatuh.
Dan dibangkitkan olehnya.
Hingga akhirnya saya mempunyai kecenderungan malas pada yang namanya laki-laki, tapi bukan termasuk (ia) laki-lakuku.

Ini tentang ia, laki-lakiku.
Ada sesuatu ( entah bernama apa itu ) yang membuat saya selalu betah menatap matanya, berlama-lama berada disisihnya, sampai- sampai jika waktu menyuruhnya pulang saya sengaja merengek
" 5 menit lagi ya sayang? " Maka ia pun tak akan tega meninggalkan saya, segera mendekap saya dengan penuh kehangatan.

Saya sempat bingung ketika saya bercermin dan menatap lekat-lekat,  sebenarnya apa yang saya agungkan pada sesosok laki-laki bernama " Fastabiqul Khoir " ia sangat sederhana namun berwibawa, ia mungkin tidak sosok laki-laki romantis tapi dia humoris, terkadang kemarahannya menggunakan nada tinggi tapi memiliki konsonan kata yang lembut sampai-sampai saya terpaku, walau begitu ia memiliki kelembutan yang luar biasa setiap mengelus kepala saya ketika saya merasa ketakutan mendengar amarahnya, dekapnya adalah satu-satunya hal paling masuk akal yang saya punya.

Sekali lagi, ini tentang laki-laki saya.
Pemilik bola mata coklat yang meneduhkan, laki-laki yang selalu membimbing saya menjadi perempuan hebat, laki-laki yang sedang berjuang untuk segera menghalalkan saya dengan caranya.

Ini tentangmu Fastabiqul Khoir
Laki-laki yang membuat saya jatuh cinta sehebat ini.

Minggu, 31 Mei 2015

Hujan dan cara Tuhan mengunciku dalam sebuah ruang.


Cucian dibelakang belum diangkat bee, mendung, gerimis, dan sebentar lagi hujan. " celotehnya "
Diangkat semua aja sayang jemuranya.
Tapi masih ada yang basah bee,
ya nanti di pilih yang kering yang basah di gantung aja.

                                               * * *

Aku mandi dulu ya bee, dari tadi belom mandi :)
Ahhh... sayang mah gitu orangnya
:* :* :* :*
Tukan...
                                              * * *

( Nunggu mandi sambil lipetin baju )

Udah mandinya sayang? ( masih fokus lipetin baju )
Udah beequ, ( duduk, bantuin lipetin baju walau ga rapi sih :) )

Dalam hati begini doaku :

" Ya Allah, aku minta laki-laki yang engkau hadapkan didepanku ini yang begitu luar biasa, begitu istimewanya mohon lancarkan rizkinya untuk niat baiknya menjalankan sunah dan kewajibanmu,  beri kesehatan, kelancaran dan permudahlah " Amin..

Sabtu, 16 Mei 2015

" Aku pulang "




Jumat, 15 Mei 2015

Jatuh cinta berulang kali dan berkali-kali

Jatuh cinta?
Bisa tolong hilangkan kata ‘jatuh’-nya?
Karena menitipkan hati padanya, sama sekali tak terasa sakit.
Harapan, tak kubebankan berat-berat di pundaknya.
Rasa, tak meledak-ledak kuumbar kepadanya.
Cemburu, tak perlu jika berhadapan dengan sikapnya.
Aku menikmati tiap detik, tiap sensasi terkecilnya.
Bahagia? Kurasa itu kata yang terlalu sederhana.
Tak pernah memintaku menjauhi yang lain.
Tapi dijadikannya diri terbaik, hingga aku memilih ia dengan sendirinya.
Tak sering aku mendengarnya mengucap rindu.
Tapi sekali rindu, tiba-tiba kudapati ia di depan pintu rumahku.
Tak pernah aku disebutnya cantik, tapi selalu bangga menggenggam tanganku sedang di manapun berada.
Tentu saja aku ingin dengannya lama-lama.
Tapi jika semesta mau, bisa jadi esok lusa sudah tidak bersama.
Selamanya memang menjadi cita-cita.
Merayu takdir agar menjadi pendukung aku dan dia.
Sesebentar apapun ini, aku bersyukur bisa menikmatinya selama masih terjadi.
Aku hampir lupa kalau jatuh cinta padanya yang juga menjatuhcintai kita, bisa sebegini menyenangkannya.

Selasa, 12 Mei 2015

This I do not know what kind of conversation

“Suatu hari dia kembali, apa masih mungkin bagimu?”
            “Berat kukatakan, tapi iya, mungkin saja.”
            “Setelah semua yang dilakukannya? Setelah itu semua?”
            “Bergantung. Bila bisa kupastikan ia berubah. Kukata mungkin saja.”
            “Aku kalau jadi dirimu mungkin tak akan lagi pernah.”
***
            “Sebentar, masihkah?”
            “Tidak. Aku benar-benar.”
            “Lalu yang kubaca barusan?”
            “Fiksi.”
            “Tidak kurasa. Sekali lagi kutanya, masihkah?”
            “Kau tahu cara terbaik menghukum orang yang mencampakkanmu? Membuatnya terus merasa dicintai. Kau tahu kenapa?”
            “Hm?”
            “Saat semua orang meninggalkanmu, orang pertama yang pasti bakal kaucari adalah mereka-mereka yang kau percaya masih ada untukmu.”
            Hah, kau licik juga!”
            “Tidak juga.”
            “Boleh bertanya satu hal?”
            “Hm.”
            “Memang benar-benarkah sudah kaupastikan kau tegar?”
            “…”
***
            “Jangan rapuh! Balas sms-nya, angkat teleponnya, atau acuhkan. Apa saja. Cuma jika dibuatnya kau menangis satu kali lagi, sungguh-sungguh dia akan kuberi pelajaran!”
            “Iya.”
***
            “Aku rindu. Kau masih mencintaiku? Aku masih mencintaimu.”
            “Apa!??”
***
Apa yang sering orang katakan soal perempuan?

Hati mereka selalu sudah lebih dulu jauh melampaui akalnya.

Itu yang paling menyebalkan!

Senin, 04 Mei 2015

Tak pernah ada yang salah tentang jatuh cinta

Gugup, itulah salah satunya
Sama halnya aku, yang mencoba tenang ketika didekatmu
Dan terkadang bertingkah seperti anak kecil
Manja dan centil
Tak pernah ada yang salah tentang jatuh cinta
Apalagi jatuh cinta kepadamu
Berkali-kali berulang kali, aku mencintaimu


Ketika pelukkan itu mendarat pada tubuhku
Hangatmu masih tetap sama, tak pernah ada yang berubah

Saat hatiku resah, bimbang dan tak tentu arah
Disitu kau pasti tau, menenangkanku dgn cara memeluk
Itu lebih dari cukup menurutku

Dalam dekap itu kutatap matamu lekat-lekat
Bibirmu kata
" tak akan ku tinggal lagi, ini yg terakhir dan selamanya "
Dan aku hanya bisa memelukmu seerat mungkin
Seerat kaca yang menempel dijendela
" Aku ingin selalu seperti ini fa, walaupun akhirnya kita pasti akan berpisah kembali, yakni oleh sang ilahi "

Memang tak pernah ada yang salah tentang jatuh cinta
Apalagi kepadamu...


Jumat, 01 Mei 2015

Sampai bingung harus memberi judul tulisan ini apa

Ada beberapa hal di dunia ini yang tak akan pernah selesai dan behenti untuk aku tuliskan, kamu juga segala cintamu.
Beberapa orang sudah kelelahan dan terlelap saat malam semakin hening penuh dengan ketenangan. Barangkali kamu juga, sudah memejam lebih dulu sambil menjemputku agar tak lupa tiba di mimpimu.
Tapi, tahukah kamu siapa yang masih terjaga? ia seorang perempuan yang kepalanya kau peluk dengan tangan kirimu begitu hangat tepat di atas dadamu, meski kamu sudah lebih dulu tertidur.
Ia yang dengan sangat bahagia bersedia tersesat dalam lelapmu bahkan tak pernah ingin mencari jalan keluar untuk menghindari itu.
Akukah itu? iya AKU.
Perempuan yang ketika bercermin menatap dirinya sebagai perempuan yang sudah kamu cinta dan kasihi dengan sebaik-baiknya.
Aku sampai bingung harus memberi judul tulisan ini apa, selain kamu pasti tahu, aku menuliskannya dengan begitu tenang dan bahagia. Mengingatmu, membaca, dan menjatuhkan rasa berkali-kali, lalu huruf demi huruf bergembira menyimpul ribuan kata.
Aku akan kembali pada malam yang hening itu, kekasihku.
Perlu kamu tahu, sungguh sebenarnya ketika kepalaku berada tepat di atas dadamu, kudengar debar demi debar, kudengar nafasmu yang bahkan terkadang mengabarkan lelahmu atas hari itu, mereka ialah hal-hal yang membuat aku tak pernah ingin tidur, aku begitu ingin menghitung debarnya, memastiskan bahwa tiap-tiap detaknya tetaplah berisi namaku dan segala doa dari jantungmu untukku.
Padahal aku begitu tahu, aku tak akan pernah sanggup menghitungnya. Sungguh aku tetap tak ingin tidur, mataku masih terjaga, masih lebar terbuka, aku masih menatap lelapmu lekat-lekat, kemudian kuusap pipimu pelan, aku berdoa sebanyak-banyaknya, melambungkan ribuan semoga tentang segala macam kebaikanmu, kebaikanku, dan semua yang berjudul kita.
Aku mau menjagamu, memelukmu, terus menatapmu, sampai ketika matahari pagi membangunkanmu, kamu terbangun dalam keadaan bahagia, karena aku masih terjaga di sampingmu, dan kamu mengerti itu.
image
Ada banyak hal di dunia ini yang membuat kamu bisa terus bahagia dan tak henti-hentinya bersyukur. Termasuk hal ini; ketika aku tahu, ada laki-laki yang hidupnya tidak akan baik-baik saja ketika aku tidak ada. Kamu butuh memastikan, apakah kamu sudah jatuh cinta sampai pada titik bahwa kamu tahu kamu memang membutuhkannya untuk ada terus bersamamu, menemanimu sampai datang tua, sampai nafas sudah tak lagi ada. Bahwa hidupnya juga tak akan baik-baik saja ketika kamu tidak ada di sampingnya. Begitu pun ia sebaliknya. Dan terima kasih, aku sudah menemukan jawabannya, terima kasih juga, kamu sudah mengizinkan aku untuk menjadi jawaban atas pertanyaan yang selama ini sedang kamu cari-cari jawabannya.
Maka, terlelaplah, berdoalah, sekali lagi sungguh aku ingin terus tersesat dalam lelapmu, sampai pada malam dan lelap keberapa yang sudah tak bisa aku hitung lagi. Aku ingin terus mampu memastikan, bahwa ketika kamu bangun nanti, kamu tetap baik-baik saja, dan kita tetap bahagia dalam keadaan saling jatuh cinta.

Kamis, 30 April 2015

April

Di matamu berkali-kali aku mendapati cinta yang lebih indah dari senja
Keduanya, penuh dengan doa, puisi, dan cinta

Malam ini
Pada bulan dimana Tuhan tlah mengizinkan aku melihat dunia
di antara senyum dan kebahagiaanmu sungguh aku begitu ingin mendoakanmu berkali-kali

Terima kasih, sudah menyediakan aku sebaik-baik tempat tinggal
Terima kasih, sudah menjadikan aku sebaik-baik rumah untukmu pulang menuju dadaku yang lapang

Malam ini
Kita menjelma dua tangis yang pecah sebab ribuan semoga yang telah menjadi cerita
Karena, sejak malam itu aku mengerti, kamulah wujud dari doa-doa yang telah Tuhan kabulkan
Di bahu ini; ya, bahuku dan bahumu tangis kita pecah,
Bukan sebab sakit mau pun kesedihan-kesedihan
Tetapi, tentang bahagia yang tak pernah selesai di rangkum oleh kata-kata
dan, di pelukmulah segala tangis tlah menjadi hangat dengan sebaik-baiknya

Sayang…
Jika suatu saat jarak memenggal semua jenis dekapan milik kita, ketahuilah debar ini masih sama
debar dan dekap paling dahaga yang hanya akan aku berikan; untukmu
doa-doa yang tak pernah putus, untukmu kepada yang paling Maha Kuasa

Terima kasih April
Terima kasih Fa

Rabu, 29 April 2015

Pemilik degup paling handal

Lelapmu ialah polos yang lugu kala jemarimu menggenggam, lenganmu merangkuh bagian pinggang
satu bagian yang paling aku suka 
dimana aku merasa menjadi perempuan paling sempura

Sedikit tertawa dan permainan empat mata
cara senyummu yang mengundang kenakalan
satu titik yang aku tahu saat menatapmu adalah titik dimana tak pernah aku ketahui sebelumnya

Begini, boleh dikata aku memeng perempuan yang kerap bahkan suka sekali memandang laki-lakinya melalui sudut mata, entah kenapa aku suka.
Mungkin dari titik itulah semua dapat terbaca, jelas tanpa embel-embel dusta.

Dingin telah mengunci segala pintu
dan pelukmu ialah hangat dari selimut malam yang pernah ku punya
dan satu lagi yang kusuka, kamu tak pernah membiarkan matamu terlelap terlebih dahulu sebelum menina bobokanku sembari mengelus-elus bagian keningku dan mengecupnya.

Terimakasih fa, atas getar cintamu atas degup paling handalmu.
Terimakasih fa, sudah kembali lagi pada dada kiriku.
Terimakasih fa, atas kekuatan yang pernah kau beriakan untukku. 

Selasa, 28 April 2015

Terimakasih untuk segala jeda

ah tuan, aku selalu suka caramu membuat jeda diantara kita.
tapi aku tak habis pikir, bagaimana mungkin seseorang sepertimu meninggalkan rasa cinta dihati yang menetap selamanya bahkan saat kesakitan itu kau nyatakan padaku - dengan cara seperti ini ?

ah tuan, aku selalu suka caramu membuat jeda diantara kita.
sekiranya dia : cinta memang buta, dan aku : sudah gila.
tapi rindu setia menuntun kita.

Kita kembali menjabat tangan, lagi

ah tuan, aku selalu suka caramu membuat jeda diantara kita.
pergiku tak pernah tergesa-gesa, terhitung hingga hari ini,
aku tetap melangkah pelan-pelan, berharap kau bisa berubah pikiran.

ternyata benar kau kembali, mungkin ini cara Tuhan
ia tak pernah salah mengembalikan tulang rusuknya yang hilang

ah tuan, aku selalu suka caramu membuat jeda diantara kita.
rupa-rupanya cinta ini sudah mengakar.
sudikah kau membuat buanganya kembali merekah ?

Jumat, 24 April 2015

Pelukan malam

Dan aku merebahkan kepalaku di atas lengan atasnya, mencoba tertidur sekali lagi.
Sukses. Paling tidak sampai empat puluh lima menit kedepan. Aku lalu terbangun lagi.
Tertidur beberapa menit lalu terbangun kembali.
Setiap dia merasakan kalau aku bergerak meninggalkan lenganya, yang dia lakukan hanya satu :
Mencoba menariku kembali kepelukanya.
Hampir pagi, dan aku masih terjaga.
Dia lalu mencium bagian belakang leherku yang terbuka dan berbisik tepat di telinga,
"coba tidur lagi sayang ..."

*  *  *

Apa yang tidak aku cintai dari dirinya?
Tutur katanya yang lembut, perangainya yang halus dan
Kemampuanya untuk menyamankanku setiap waktu.

Kepadanya aku jatuh cinta berkali-kali, setiap hari...


Senin, 20 April 2015

Kembali Pulang

Pada degup jantung disebelah kiri
Dulu kau pernah mati, tak berdetak lagi
Dan nandi seketika itu mati tak berdenyut
Ya, kau mati kala itu...
Kala dimana pulangmu bukanlah aku.
Sampai disuatu titik, yang aku yakini titik itu bukanlah koma ataupun jeda bahkan tanda tanya
Suatu titik yang benar-benar aku nyatai kau berada disana
Dan titik itulah yang membuatku mati, seketika.

Siapa sangka bahwa titik itulah yang membuat aku sedemikian ini
Menjadi pribadiku, menentukan pola dan cara dalam hidupku

Kau pulang kepeluk ku...
Jatuh kembali dalam dekapku
Siapa sangka?? dan aku tak pernah menyangkanya barang sedetikpun.

Yang aku yakini bahwa " Sejauh-jauhnya seseorang pergi, jika tak ada peluk ternyaman ia tak akan betah untuk tak pulang " @Hati_Tunggal

Jumat, 17 April 2015

Ini untuk ku

Untuk senyum indahmu, untuk pemilik debar rindu yang tak menentu , untuk pemilik ndusel yang khas.
Aku tak ingin selalu mengucapkan kamu cantik.
Jika aku ingin, mungkin semua orang akan hingga bosan untuk mendengarnya.
Aku yakin, aku tak akan pernah bisa menuliskan surat secantik atau sebaik kamu.
Aku yakin, tak akan ada media yang sanggup mewakili rasa kagum dan cintaku untukmu.
Sayang, jika ada yang beraggapan bahwa bidadari itu lebih cantik, aku yakin bahwa mereka tak mengenalmu dengan baik.
Dan ini serius. Aku tak lagi sedang merayumu.
Aku ingin mengatakan hal ini; Cinta tak mengajarimu untuk lemah.
Cinta tak akan mengajarimu untuk menghinakan diri.
Aku akan senantiasa menjauhkanmu dari hal-hal itu.
Aku, mencintaimu. Ingatlah, Aku tak akan pernah mengatakan itu secara lisan hingga nanti saat kita terbangun bersama ketika pagi menjelang.
Akan kutantang matahari!
Akan ku buktikan, mana yang lebih sangat menghangatkan jiwamu.
Matahari atau aku.


Dari laki-laki mu

Fa

Rabu, 15 April 2015

Jatuh cinta tanpa alpa

Semua yang terjadi dariku padamu adalah ketidak sengajaan yang mungkin memang sudah diatur semesta.
Seperti matahari yang mempercayakan malam pada bulan,
Tanpa mereka bertemu terlebih dahulu,
Tanpa mereka saling bertatap sinar pada satu waktu.
Aku pernah mencintai banyak hati,
Beberapa lengan pernah singgah dalam peluk,
Namun jatuh cinta denganmu bukan perkara hati dan peluk,
Bukan pula ciuman atau cumbu dimalam minggu,
Jatuh cinta denganmu adalah seluruh hati tanpa alpa,
Seluruh rasa tanpa jeda,
Seperti semesta yang tak pernah hilang dalam kepala.
Kepadamu pula ku sampaikan diri ku paling lemah, hingga hanya bisa meratap dalam doa,
berharap sampai sempurnanya kita.


Selasa, 14 April 2015

Menjadi yang sedemikian ini bukanlah hal mudah

Ada yang dibicarakan waktu perilah "menunggu"
Ialah jodohku
Seseorang yang datang memintaku, meminta izin kepada kedua orang tuaku
Dengan niat sederhana "membimbingku dan menjadikan aku makmumnya"
Adalah alasan kenapa kita dicitakan hanya untuk mempunyai tujuan.
Hidup itu pilihan, maka pilihlah sesuai apa kata hatimu bukan apa maumu
Karena sesungguhnya  Gusti Allah memberi apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita mau Wallahu A'lam Bishawab, yang jauh lebih baik diantara yang baik.
Saat waktu yang di tentukan tiba menjadi yang sedemikian ini bukah hal mudah



Semua terlalu indah
Semua terlalu keren
Semesta baik, Semesta istimewa, Semesta luar biasa...

Senin, 13 April 2015

Ini ceritaku

Terimakasih pelajaran berharganya, dari kamu saya belajar apa itu sabar, apa itu tawakal apa itu berserah kepada sang pencipta dan apa itu , apa itu,  lainya...
Tidak mudah untuk menentukan masa depan apalagi banyak pilihan di depan kita, sangat sulit.
Ibarat jurang jika salah langkah mungkin saya akan jatuh didalamnya jatuh sedalam-dalamnya
Yang bisa saya lakukan ialah berserah diri..


Tak ada manusia yang sempurna...
Inilah awal saya,.
Kenapa begitu?
Ya, awalmula berawal dari mantan yang sempat (dulu) saya cintai, saya perjuangkan, saya banggakan, dan saya saya kan namun naas semua itu musnah.. tak ada artinya.
Pergi dengan jalan sendiri-sendiri dan menggandeng perempuan lain, bukan kah itu sakit pemirsa? hehehe
Dari situ saya belajar untuk kesekian kalinya agar kuat, tegar dan tangguh sebagai perempuan yang kerap di panggil fitri ini...

Orang baru dalam hidup saya...
Entah berapa hari, jam, menit, detik saat itu saya pontang panting tak karu-karuan.
Kalian tahu gembel? mungkin seperti itulah saya saat itu, hanya sebatas gembel.
Apa yang saya kerjakan bukan atas dasar kemauan saya. Hingga pada akhirnya saya sadar, menjadi gembel ialah satu hal yang salah. 
Dan entah pada hari keberapa, menit keberapa, dan detik yang entah keberapa saya bertemu seseorang yang baru, tak ada yang asing hanya saja dia itu pernah saya kenal ketika SMP. Menjalin hubungan denganya dengan niatan serius.

SO .... Inilah hidup.. perjalanan yang baru saya mulai untuk ujian hidup bernama MASA DEPAN.


Lagi-lagi waktu, dan lagi-lagi entah.
Pernah dengar orang bilang " sekali mantan tetap mantan " sering kan? Jangan salah kadang jodoh itu ada pada barisan mantan-mantan kalian loh.. tidak percaya? mau bukti? la ini saya : )


BUTUH YANG PASTI-PASTI AJA..
Hemmmm.. kalimat itu mungkin cucok buat saya :)
Bukankah memang benar jika perempuan itu hanya butuh yang pasti, dan ogah di PHP.

Singkat saja.. hari itu saya sendiri yang memutuskan untuk Break dari panatnya pacar-pacaran.
Tapi jodoh siapa yang tahu, hari ini putus dan besok kamu nikah, apa kamu tahu?? Rencana Allah, hanya Sang kuasalah yang tahu segala-galanya.
" Kamu serius? bilanglah pada orang tuaku, temui beliau mintalah aku pada beliau " @Hati_Tunggal 
Itulah sebab saya tak mau lagi main-main, karena bukan waktunya untuk main-main lagi... Hello ini 2015 brow, usia mulai kepala dua, masih mau main-main? kagak jaman keles :) 

Selang beberapa minggu yang saat itu saya pontang-panting ga karu-karuan hanya untuk memantapkan diri, memantapkan hati, jiwa, serta pikiran saya, dan  istiqarah yang saya lakukan ternyata berbuah manis. 

Datanglah laki-laki Fastabiqul Khoir namanya menemui orang  tuaku memintaku, berniat serius dengan  perempuan pemilik nama Fitria Sari.


* * * * *
Subhanallah.. Gusti Allah niku mboten sare, sinten engkang berdo'a lan berusaha mesti di paringi dalan engkang sae. 
Hello pemirsa, disinilah kami di uji, tidak gampang untuk menjadi seperti ini banyak yang tak perlu saya ceritakan dan biarlah cerita yang berbelit-belit itu hanya Allah, saya dan calon imam saya yang tahu karena jika saya ceritakan episodenya tak kunjung selesai sinetron CINTA FITRI Sesion 7  saja tatas masih panjangan cerita saya hahahahahah 

" Tuhan melatih kesabaran dengan cobaan dan ujian. Cinta melatih ketabahan dengan kehilangan dan kesedihan."

Saya pernah kehilangan, di situ saya berjuang untuk diri saya dan untuk orang-orang disekitar saya yang mensuport saya di belakang, dulu saya pernah meyakini bawa seseorang yang saya sayang dipinjam orang, dan ternyata benar dan sekarang dikembalikan pada saya. Terimakasih ya mbak dan mas yang sudah mengajarkan saya dan calon imam saya sesuatu pelajaran yang sangat berharga dari kalain yang tak akan kami lupakan. Kalian luar biasa, kalian yang menguatkan kami, hingga cinta benar-benar nikmat rasanya untuk kami nikmati.

sekali lagi  HIDUP ITU PILIHAN, KAMU BERHAK MEMILIH TENTANG MASA DEPAN

Senin, 06 April 2015

Ku titip senja

Ku titip senja dipundakmu
Meski ku tahu ngilu tulang punggungmu terbebaniku
Dan tak akn kau katakan itu kepadaku
Kala lembar-lembar hari rupa berganti
Menjamu hingga pagi tak cantik lagi
Ku titipkan senja itu di tangan kananmu
Biarpun mendung sembunyikan biasnya
Di sela-sela jemari hitam jelaga
Namun pancar tak kan terhingga sorot mata
Ku titipkan sekali lagi senja itu
Di ujung semesta
Di batas embong-embong luka
dan di akhir perjalanan pun penantian ku henti



Kamis, 02 April 2015

Sebuah isyarat

Bulan ini jatuh..
Sebagai cinta, atas dasar cinta
Serta pelukan-ciuman yang tak henti mendarat
Adalah kerinduanku pada sebuah isyarat
Yang ku nantikan serupa tampan rembulan
Yang ku inginkan serupa hangatnya malam
Dalam dekapan syair sunyi doa-doa berbalut sepi
Aku menamakannya buah hati
Adalah takjub
Adalah gugup
Adalah sanggup
Ku timang dalam deraian redup
“Inilah aku”
Katamu pada malam bising
“Dan aku mencintaimu”
Jawabku dengan pelukan

Rabu, 01 April 2015

Ketika hari itu tiba

Nanti ketika habis waktuku dalam menunggumu,
ku janjikan tiada lagi kamu dalam harapku.
Mungkin beberapa kali kamu akan tetap temukan tulisan-tulisan tentangmu, tapi ku mohon, abaikanlah.
Itu hanya ungkapan sisa-sisa abadi
Dan sekali lagi, abaikan.
Seperti saat kau mengabaikanku dulu
Mungkin juga beberapa waktu kamu akan kembali menemukan kenanganku, mengingat potongan-potongan kisah yang pernah menjadi pusat semesta kita,
abaikan.!


Ketika hari itu tiba,
Aku bukan menjadi bagianmu lagi, kenangan sekalipun.
Sebelum waktu itu tiba, tak habisnya ku sampaikan betapa perempuan ini masih menjadikanmu semestanya.
Setelah harinya,
kembalilah kamu seperti sebelum mengenalku.
Tidak ada aku dalam-mu. Sedalam-dalamnya.

Rabu, 25 Maret 2015

Jauh sebelum pagi meranum

Kalau saja hujan tak turun terlalu pagi,
Mungkin masih sempat aku bertutur padamu
Tentang asa yang ku punya
Tlah tertinggal di ujung senja
Menguap bersama datangnya gelap
Dan aku hanya bisa duduk bersandar
Pada dinding malam yang dingin
Sambil mendengar jangkrik bernyanyi
Menghiasi mimpi-mimpi

Kalau saja hujan tak turun terlalu pagi
Mungkin masih sempat aku berlari
Menuntun pesan dari matahari
Dan berharap kau takkan pergi
Tapi aku bisa apa?
Karena hujan tlah turun
Jauh sebelum pagi meranum

Jumat, 20 Maret 2015

Tentang kamu

Ada yang terang selain matahari ,kamu.
Ada yang gelap selain hitam,kehilanganmu.
Ada yang kejam selain pembunuhan,merindumu.
Ada yang punya jarak terjauh selain jutaan tahun cahaya,masa lalu.
Aku bernapas diantara aromamu yang tertinggal.
Hidup bersama kegelisahan kehilangan kabarmu.
Langkahku tersesat di jalanan yang seharusnya kuhafal.
Tubuhku lunglai padahal aku sehat.

Rabu, 18 Maret 2015

Apa dan kenapa?

Usai sudah musim kedua,
purnama lupa masa
laut lepas, badai samar-samar
di pantai tersisa memar
istana pasir hilang rupa
landai, ceruk menganga
kepiting-kepiting menyusur liang
mutiara terdampar, hilang cangkang
nyiur melambai, langit biru membentang
segala-gala hanya tentang apa
Apa yang luput apa yang sangkut
apa yang surut apa yang sengkarut
menyimpan apa di lelaku sapa
merunduk bagi apa? Untuk apa?
Hujan mungkin akan tiba, mengirim dingin, menghujam gigil
hujan mungkin akan tiba dengan air bah dan pasukan pengail
lalu longsor menimbun sepotong jalan yang terbelah
kemudian apa?
Musim kering datang dengan kereta berkuda
yang berpasang-pasang kakinya memintal debu jadi selimut,
jadi kelambu, memalsukan kabut
tanah rekah, petani resah
kipas-kipas di tangan, di plafon, di dinding, semesta lelah
Lalu kenapa?
Bukankah ini tak yang pertama?
Kemudian apa?
Takkan apa-apa; takkan pernah
Ini bukan kisah sedih, hanya dongeng semata;
Tidurlah!

Selasa, 17 Maret 2015

Senja, malam dan kamu

Senja bertanya pada malam,
‘kapankah aku mampu menunggu tanpa ragu?
tanpa pesan kegelisahan yang membatu?’

Lalu malam menjawab,
‘kau akan selalu menungguku,
namun yakinlah,
takdir tak pernah salah menjodohkan aku dan kamu’
Lalu aku,
tiba-tiba saja menggelisahi…

Sabtu, 14 Maret 2015

How Can I Hope...


Saat surat ini dibaca, sudah pasti aku tak lagi ada di tempat di mana surat ini ditemukan. Beberapa kalimat ini mungkin bisa menjadi penjelas mengapa aku tak lagi ada di situ, sekarang.
Aku tak pernah meminta gaun cantik, pun handphone canggih keluaran terbaru. Aku tidak setiap minggu pergi ke salon, pun tak pernah menghabiskan uang hanya karena diskon. Aku tak pernah meminta untuk dimanja, diperhatikan lebih, dispesialkan, dijadikan emas. Aku hanya meminta kebebasan untuk memilih. Apa yang aku yakini benar.
Maaf jika aku pergi tanpa pamit.

***

“how can I hope for something I had never known of ?”
Jelaskan padaku, bagaimana kita bisa mengharapkan sesuatu yang kita tidak pernah “kenal” ? tidak pernah “mengenal” kita ? sedangkan cinta, sudah cukup membuat lelah, tetapi tiba-tiba mengirimkan energy dahsyat, yang bisa mempengaruhi semuanya.. kekuatan yang mampu merubah segelanya. yaa, ini.. pahit akan terasa manis. sempurna cara Tuhan mengendalikan, menata dunia agar semua serasi.. terbagi rata.. hasil dari apa yang pernah kita tanam sebelumnya. 
Aku ingin memberi sedikit sanggahan, kau bisa dengar dan pertimbangkan?
Tolong, ingatlah juga akan detik jarum jam dinding yang gagu karena habis daya. 
Aku telah 'menghabiskan' semuanya agar sampai disini, dan begini saja yang kau tunjukan padaku?
Lalu bagaimana lagi harus memperjuangkanmu, bagaimana dengan dayaku? 
Kapan kau menyadari betapa ini tidak adil bagiku ?


Rabu, 11 Maret 2015

Selamat bahagia, fi

Kepada angka 11

Terimakasih, kita kembali lagi bertemu di tahun ini
Tepatnya di usia 22 tahun ku
Tak ada harapan yang lebih
Hanya beberapa bait do'a yang sempat aku panjatkan
dan diaminkan oleh orang-orang di sekitarku.

Selamat bahagia FITRIA SARI

Minggu, 01 Maret 2015

Ini Senja Yang SEMPURNA

Senja yang SEMPURNA ku lihat sore tadi
Di sebuah bening yang jatuh menuju pipiku
Sapu tangan biru milikmu
Kau tawarkan padaku

   Ini senja yang pernah kulihat dengan sempurna di bola matamu
   Ini senja yang pernah kulihat dengan sempurna di lengkung senyumMu

Dan ini janganlah lekas berlalu, sayangku ....

Sabtu, 28 Februari 2015

Terimakasih ( Tukang Pos ) ku

                                                                                                            Kota Garam, 28 Februari 2015

#30HariMenulisSuratCinta#Harike-30

Terimakasih tukang posku  kak @adimasnuel

Terimakasih telah menjadi partner 30 hari dalam #30HariMenulisSuratCinta.
Terimakasih telah mengirim-kan surat-suratku walau kadang tak tepat waktu

Ini kala pertama kali di tahun ini saya menulis full selama tiga puluh hari
Walaupun kadang bingung mau nulis apa :D
Kalian tahu, saya senang.
Bahkan tak menyangka bahwa saya bisa menyelesaikan tantangan menulis surat.
Walau surat-surat saya tak ada yang masuk di dalam blog Pos Cinta, setidaknya saya konsisten menulis surat, bukankah itu yang penting?

Dan maaf saya tidak bisa ikut serta dalam gathering tiga puluh hari menulis surat cinta
Karena keadaan tertentu.

Sekali lagi terimakasih kak @adimasnuel  terimakasih banyak (jabat tangan)

Jumat, 27 Februari 2015

Wafatnya perempuan yang diabaikan

                                                                                             Kota Garam, 27 Februari 2015

#30HariMenulisSuratCinta#Harike-29



          Pulanglah kekasihku ceritakan pada ingatanmu, aku baik-baik saja
          Pulanglah kekasihku, pulanglah kehati yang mendo'akan kebahagiaanmu

Ada yang ingin ku sampaikan padamu, entah apa, aku lupa sebelum mengatakanya
Ada yang ingin ku bisikan ke telingamu, entah apa aku lupa sebelum senja berubah menjadi gulita
Ada yang ingin ku katakan padamu, entah apa aku lupa sebelum cinta memberiku luka


Siang ini seorang perempuan di temukan mati bersama sajak-sajaknya.
Bait-bait yang di tulis seketika gugur 
Mendayu-dayu masuk ke alam kubur

Kamis, 26 Februari 2015

Panggilan yang sama

                                                                                             Kota Garam, 26 Februari 2015

#30HariMenulisSuratCinta#Harike-28

Selamat sore kakak cantik Rena Kharisma
Pada suratmu yang ke-26 di #30HariMenulisSuratCinta aku suka sekali pada judul " Kepada Fa "
Entah kenapa kak, baru membaca judulnya saja aku sudah jatuh cinta, melihat isinya ialah kekagumanmu pada sosok laki-laki yang kakak sebut sebagai " Fa " sungguh kak, aku hanyut di dalamnya.

Kekaguman kakak pun yang aku rasakan saat ini, pada sosok laki-aki yang ku kagumi ini " Fa " iya aku memanggilnya pun sama seperti kakak.
Ia laki-laki pemilik mata senja menurutku, pemilik senyum matahari, pemilik debar purnama.

" Entahlah tentangmu aku masih sampai batas menerka "


                                                                                     Sekian dariku kakak cantik



                                                                                                Hati_Tunggal

Rabu, 25 Februari 2015

Barangkali itu cinta

                                                                                                   Kota Garam, 25 Februari 2015

#30HariMenulisSuratCinta#Harike-27

Barangkali itu cinta,
Ketika getaran bening  itu datang
Ketika cahaya matamu mendamaikanku ...

Barangkali itu cinta,
Ketika hanya bening wajah telaga yang hadir
Bahkan kata, kalimat dan sajak
Tak akan pernah sanggup menyelaminya ....

Pastilah itu cinta (Nya) ....
Untuk menghadirkan
Engkau
Aku
Ruang dan waktu

Karena cinta seperti yang telah di gariskan
Jauh sebelum kita ada
Dan yang telah di gariskan telah hadir
Jauh sebelum kita lahir
Dari kuasa cinta (Nya)

Selasa, 24 Februari 2015

Isyarat senja

                                                                                                      Kota Garam, 24 Februari 2015

#30HariMenulisSuratCinta#Harike-26

Teruntuk wajah bening telaga yang selalu menghantarku pada sesuatu yang indah.
Aku tak akan melupakan mata itu : bola mata coklat indahmu
Seperti isyarat yang di sampaikan pada senja
Pada awal pertemuan kita

Dan cahaya matamu menuntunku masuk kedalam damai
Seperti peraduan hangat
Dan aku nyaman berada di sana : di pelukmu