Ini tentang laki-laki saya.
Laki-laki ini saya kenal dari beberapa tahun lalu, dari tahun dimana saya sedang malas dengan namanya sebuah perkenalan.
Saya pernah jatuh, jatuh dan jatuh.
Dan dibangkitkan olehnya.
Hingga akhirnya saya mempunyai kecenderungan malas pada yang namanya laki-laki, tapi bukan termasuk (ia) laki-lakuku.
Ini tentang ia, laki-lakiku.
Ada sesuatu ( entah bernama apa itu ) yang membuat saya selalu betah menatap matanya, berlama-lama berada disisihnya, sampai- sampai jika waktu menyuruhnya pulang saya sengaja merengek
" 5 menit lagi ya sayang? " Maka ia pun tak akan tega meninggalkan saya, segera mendekap saya dengan penuh kehangatan.
Saya sempat bingung ketika saya bercermin dan menatap lekat-lekat, sebenarnya apa yang saya agungkan pada sesosok laki-laki bernama " Fastabiqul Khoir " ia sangat sederhana namun berwibawa, ia mungkin tidak sosok laki-laki romantis tapi dia humoris, terkadang kemarahannya menggunakan nada tinggi tapi memiliki konsonan kata yang lembut sampai-sampai saya terpaku, walau begitu ia memiliki kelembutan yang luar biasa setiap mengelus kepala saya ketika saya merasa ketakutan mendengar amarahnya, dekapnya adalah satu-satunya hal paling masuk akal yang saya punya.
Sekali lagi, ini tentang laki-laki saya.
Pemilik bola mata coklat yang meneduhkan, laki-laki yang selalu membimbing saya menjadi perempuan hebat, laki-laki yang sedang berjuang untuk segera menghalalkan saya dengan caranya.
Ini tentangmu Fastabiqul Khoir
Laki-laki yang membuat saya jatuh cinta sehebat ini.
Laki-laki ini saya kenal dari beberapa tahun lalu, dari tahun dimana saya sedang malas dengan namanya sebuah perkenalan.
Saya pernah jatuh, jatuh dan jatuh.
Dan dibangkitkan olehnya.
Hingga akhirnya saya mempunyai kecenderungan malas pada yang namanya laki-laki, tapi bukan termasuk (ia) laki-lakuku.
Ini tentang ia, laki-lakiku.
Ada sesuatu ( entah bernama apa itu ) yang membuat saya selalu betah menatap matanya, berlama-lama berada disisihnya, sampai- sampai jika waktu menyuruhnya pulang saya sengaja merengek
" 5 menit lagi ya sayang? " Maka ia pun tak akan tega meninggalkan saya, segera mendekap saya dengan penuh kehangatan.
Saya sempat bingung ketika saya bercermin dan menatap lekat-lekat, sebenarnya apa yang saya agungkan pada sesosok laki-laki bernama " Fastabiqul Khoir " ia sangat sederhana namun berwibawa, ia mungkin tidak sosok laki-laki romantis tapi dia humoris, terkadang kemarahannya menggunakan nada tinggi tapi memiliki konsonan kata yang lembut sampai-sampai saya terpaku, walau begitu ia memiliki kelembutan yang luar biasa setiap mengelus kepala saya ketika saya merasa ketakutan mendengar amarahnya, dekapnya adalah satu-satunya hal paling masuk akal yang saya punya.
Sekali lagi, ini tentang laki-laki saya.
Pemilik bola mata coklat yang meneduhkan, laki-laki yang selalu membimbing saya menjadi perempuan hebat, laki-laki yang sedang berjuang untuk segera menghalalkan saya dengan caranya.
Ini tentangmu Fastabiqul Khoir
Laki-laki yang membuat saya jatuh cinta sehebat ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar