Kamis, 12 November 2015

Musim semi yang kau janjikan, tak pernah ada

Jika aku tak salah menghitung
ini mungkin ke tigakalinya musim semi beramokan tubuhmu

Pernahkah kau coba perhatikan, Tuan
Hampir saja aku lupa seperti apa bau tengkukmu,, kala itu
Hampir lupa kecupan hangat senja yang selalu melumat habis bibirku
Kalau saja kau tak bilang bahwa senja tinggal di dua bola matamu
mungkin aku tak akan sesedih itu, kehilanganmu
Aku ingat kita pernah melewati senja dengan roda motormu yang memutar
Ketika itu sore mulai layu
Barangkali ingatanku tak sebagus yang aku kira
Buktinya aku lupa
kapan terakhir kali senja jatuh di senyumku
Saat kau melingkarkan lenganmu di perutku


Kota Garam, 12-11-15

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar