Kamis, 04 Februari 2016

Tuhan, aku ini di perankan sebagai apa?

Kota Garam,
#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-5


Sejenak, di sini
Didepan sebuah balkon
Seseorang perempuan termenung
Kehadiranya tidak pernah di inginkan
Ia harus kemana, hari ini semangkuk bakso sudah masuk dalam perutnya
Berjalan dan berlari-lari kecil
Tersenyum dan menari-nari

Tuhan, besok aku makan apa? Dia bertanya pada awan

Usaha yang saya lakukan semoga maksimal
Hanya bisa menunggunya tanpa ada kepastian
Saya diharapkan di bagaian mana, sebagai apa?

Tuhan, besok aku makan apa? Dia bertanya pada awan

Entah semua ini harus berjalan dengan kesakitan
Atau permaianan yang ditertawakan orang-orang
Tuhan, semoga akhir yang engkau berikan selalu berhujung kenikmatan
Entah itu dengan rasa sakit ataupun kebahagiaan

Allhamdulillah.... Sekian

Rabu, 03 Februari 2016

Filosofi Mencintai dan dicintai @Hati_Tunggal

Kota Garam,

#30HariMenulisSuratCinta hari ke-4

Filosofi
Sejatinya mencintai dan di cintai itu berbeda bukan?
Nah, so kamu lebih suka yang mana, di cintai atau mencintai?
Well, well, well 
Menurut +Hati Tunggal  tatkala kamu mencintai itu tak perlu balasan klo dicintai itu suatu anugrah yang membanggakan.
Begini, kita hidup butuh timbal balik, frase itu tidak bisa kita lawan
Banyak orang yang bertanya, mencintai atau dicintai?
Sebetulnya dicintai ataupun mencintai itu timbal balik kok
Jangan cuma bilang lebih baik saya di cintai dari pada mencintai itu sakit, tidak kok sob selama kamu mencintai dengan hal wajar ( dalam tanda kutip ) jangan mengandalkan keinginan menggebu memiliki maka semua itu akan berjalan sewajarnya.

Selamat mencintai dan dicintai...

Selasa, 02 Februari 2016

Perempuan terjahat ke-2

Kota Garam, 

#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-3

Tlah ku buka lembaran baru, tepat 1 tahun yang lalu
Di sini tepatnya
Perempuan terjahat ke-2 setelah mantanmu, AKU...

" Maaf "
Mungkin itu tak akan bisa memperbaiki hatimu yang tlah ku porak porandakan
" Maaf "
Hatimu yang telah di patahkan orang lain, ternyata aku sendirinya  ikut mematahkannya
" Maaf "
 
Akulah perempuan yang tak kau tanyai " Apa kabar? " lagi dikala pagi
Maka untuk itu  ijinkan aku berdo'a untuk kebahagiaanmu...

Baik-baik disana, jika hujan selalu turun mengguyur
Ingatlah bahwa dingin sebuah pelukan ialah hangat dari basah air hujan

Senin, 01 Februari 2016

Yang terlambat masih bisa ikut kan?

 Kota Garam,

#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-2


Hello, kak @prtwhp salam jabat tangan ya untuk 30 hari kedepan
Sebelumnya terima kasih untuk telah mengantarkan surat-surakku  :)
Maaf saya terlambat hari pertama kemarin tidak sempat ikut :(
Semoga bisa rajin untuk 29 hari kedepan.

Salam sukses kakak :)



Kamis, 31 Desember 2015

Desember

Penghujung tahun yang mendebarkan
Sorak sorai terompet tahun baru akan di mulai
Iya, 2015 akan berakhir ...

Tahun ini sungguh tahun keputusan masa depan, tak ada jalan pintas menuju sana, meskipun ada mungkin liku-likunya akan sangat merumitkan seperti kelokan ular tangga dalam permainan.
Hari ini tepat terakhir kalinya 2015 akan berakhir
Segala doa-doa baik selalu ku Aamiinkan

Terimakasih kepada bulan-bulan yang sakral, kepadamu aku banyak belajar
yang setiap sisinya akan selalu ada keputusan dan resiko salah dan benar

Hai, laki-laki bermata senja
Lagi-lagi kamulah yang selalu terlintas pada setiap aksara yang ku tulis
Maaf bukan bermaksud mengagungkanmu, melebihkanmu, meninggikanmu hanya saja aku suka dengan caraku sendiri, mengangumimu.
Tahun lalu, hemmmm maaf :( rasanya tak karuan ketika ingin mengungkapkan ini.
Kau... ahhh kemana saja, satu tahun yang lalu tepat di Desember kau menghilang
Dariku, dari hidupku, dari sosial mediaku...
Kita sama-sama pergi mencari kebahagiaan yang ingin kita cari, kebahagiaan lain yang didapat dari orang lain.
Seluruh ragaku melayang kala itu, hancur berantakan. Seseorang berusaha menguatkanku , dia berhasil tapi tak seluruhnya, hanya sebagian saja.
Entahlah denganmu, I do not want to know.


Yah... senja tahun ini benar-benar kemilau warnanya 
Rona merahnya menganga di ufuk barat, FASTABIQUL KHOIR laki-laki yang selalu ku sebut dalam doa-doa ku
Terima kasih sudah kembali di Desember tahun ini...
Tak ada perayaan mewah, suara terompet, kembang api atau sejenisnya namun rasa syukur memilikimu suatu kemewahan tersendiri melebihi tahun baru....



Kamis, 12 November 2015

Musim semi yang kau janjikan, tak pernah ada

Jika aku tak salah menghitung
ini mungkin ke tigakalinya musim semi beramokan tubuhmu

Pernahkah kau coba perhatikan, Tuan
Hampir saja aku lupa seperti apa bau tengkukmu,, kala itu
Hampir lupa kecupan hangat senja yang selalu melumat habis bibirku
Kalau saja kau tak bilang bahwa senja tinggal di dua bola matamu
mungkin aku tak akan sesedih itu, kehilanganmu
Aku ingat kita pernah melewati senja dengan roda motormu yang memutar
Ketika itu sore mulai layu
Barangkali ingatanku tak sebagus yang aku kira
Buktinya aku lupa
kapan terakhir kali senja jatuh di senyumku
Saat kau melingkarkan lenganmu di perutku


Kota Garam, 12-11-15

 

Rabu, 11 November 2015

Tuhan Maha Asyik

Kepada :
Pemilik bola mata coklat yang meneduhkan

Kita pernah sama-sama saling menemukan dan pada akhirnya kita pun sama-sama meninggalkan.
Inilah Tuhan, kuasanya memang benar-benar dasyat dan mengagumkan.
Dulu saya pikir dunia itu luas, ketika saya mencari sosok partner hidup.
Saya hampir menemukan apa yg saya cari, namun sayangnya bukan sepenuhnya adapadanya, walau kesempurnaan itu tidak pernah ada pada manusia ciptaan-Nya.
Lalu masa itu datang, masa dimana kita sama-sama lelah, masa dimana harapan itu mulai layu
Padahal dimana yang aku kira hanya sebatas kehilangan ternyata lebih mengerikan dari yang aku bayangkan.
Meninggalkan hanya dengan alasan berjalan sendiri-sendiri, itu sangat menyakitkan
Kau tahu tak ubahnya mencoba melupakan setiap detail lekuk tubuhmu, itu sulit sekali
Beberapa aroma manja kerap kali sering datang ketika tidur lelapku
Percaya atau tidak mungkin saat kamu mencium bibir kekasih barumu kau membayangkan itu aku
Nyatanya sekenario Tuhan itu asyik, maha asyik.
Hai, pemilik bola mata coklat yang meneduhkan? kau baik-baik saja bukan, saat ini kau bersamaku lagi
mencicipi setiap ruang dengan kecupan hangat, menemani setiap sapaan mantari dengan perempuan yang kau idamkan
Dan pada matamu aku jatuh cinta berkali-kali berulang kali

Selamat bahagia Fastabiqul Khoir