Kepada :
Pemilik bola mata coklat yang meneduhkan
Kita pernah sama-sama saling menemukan dan pada akhirnya kita pun sama-sama meninggalkan.
Inilah Tuhan, kuasanya memang benar-benar dasyat dan mengagumkan.
Dulu saya pikir dunia itu luas, ketika saya mencari sosok partner hidup.
Saya hampir menemukan apa yg saya cari, namun sayangnya bukan sepenuhnya adapadanya, walau kesempurnaan itu tidak pernah ada pada manusia ciptaan-Nya.
Lalu masa itu datang, masa dimana kita sama-sama lelah, masa dimana harapan itu mulai layu
Padahal dimana yang aku kira hanya sebatas kehilangan ternyata lebih mengerikan dari yang aku bayangkan.
Meninggalkan hanya dengan alasan berjalan sendiri-sendiri, itu sangat menyakitkan
Kau tahu tak ubahnya mencoba melupakan setiap detail lekuk tubuhmu, itu sulit sekali
Beberapa aroma manja kerap kali sering datang ketika tidur lelapku
Percaya atau tidak mungkin saat kamu mencium bibir kekasih barumu kau membayangkan itu aku
Nyatanya sekenario Tuhan itu asyik, maha asyik.
Hai, pemilik bola mata coklat yang meneduhkan? kau baik-baik saja bukan, saat ini kau bersamaku lagi
mencicipi setiap ruang dengan kecupan hangat, menemani setiap sapaan mantari dengan perempuan yang kau idamkan
Dan pada matamu aku jatuh cinta berkali-kali berulang kali
Selamat bahagia Fastabiqul Khoir
Pemilik bola mata coklat yang meneduhkan
Kita pernah sama-sama saling menemukan dan pada akhirnya kita pun sama-sama meninggalkan.
Inilah Tuhan, kuasanya memang benar-benar dasyat dan mengagumkan.
Dulu saya pikir dunia itu luas, ketika saya mencari sosok partner hidup.
Saya hampir menemukan apa yg saya cari, namun sayangnya bukan sepenuhnya adapadanya, walau kesempurnaan itu tidak pernah ada pada manusia ciptaan-Nya.
Lalu masa itu datang, masa dimana kita sama-sama lelah, masa dimana harapan itu mulai layu
Padahal dimana yang aku kira hanya sebatas kehilangan ternyata lebih mengerikan dari yang aku bayangkan.
Meninggalkan hanya dengan alasan berjalan sendiri-sendiri, itu sangat menyakitkan
Kau tahu tak ubahnya mencoba melupakan setiap detail lekuk tubuhmu, itu sulit sekali
Beberapa aroma manja kerap kali sering datang ketika tidur lelapku
Percaya atau tidak mungkin saat kamu mencium bibir kekasih barumu kau membayangkan itu aku
Nyatanya sekenario Tuhan itu asyik, maha asyik.
Hai, pemilik bola mata coklat yang meneduhkan? kau baik-baik saja bukan, saat ini kau bersamaku lagi
mencicipi setiap ruang dengan kecupan hangat, menemani setiap sapaan mantari dengan perempuan yang kau idamkan
Dan pada matamu aku jatuh cinta berkali-kali berulang kali
Selamat bahagia Fastabiqul Khoir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar