Minggu, 31 Mei 2015

Hujan dan cara Tuhan mengunciku dalam sebuah ruang.


Cucian dibelakang belum diangkat bee, mendung, gerimis, dan sebentar lagi hujan. " celotehnya "
Diangkat semua aja sayang jemuranya.
Tapi masih ada yang basah bee,
ya nanti di pilih yang kering yang basah di gantung aja.

                                               * * *

Aku mandi dulu ya bee, dari tadi belom mandi :)
Ahhh... sayang mah gitu orangnya
:* :* :* :*
Tukan...
                                              * * *

( Nunggu mandi sambil lipetin baju )

Udah mandinya sayang? ( masih fokus lipetin baju )
Udah beequ, ( duduk, bantuin lipetin baju walau ga rapi sih :) )

Dalam hati begini doaku :

" Ya Allah, aku minta laki-laki yang engkau hadapkan didepanku ini yang begitu luar biasa, begitu istimewanya mohon lancarkan rizkinya untuk niat baiknya menjalankan sunah dan kewajibanmu,  beri kesehatan, kelancaran dan permudahlah " Amin..

Sabtu, 16 Mei 2015

" Aku pulang "




Jumat, 15 Mei 2015

Jatuh cinta berulang kali dan berkali-kali

Jatuh cinta?
Bisa tolong hilangkan kata ‘jatuh’-nya?
Karena menitipkan hati padanya, sama sekali tak terasa sakit.
Harapan, tak kubebankan berat-berat di pundaknya.
Rasa, tak meledak-ledak kuumbar kepadanya.
Cemburu, tak perlu jika berhadapan dengan sikapnya.
Aku menikmati tiap detik, tiap sensasi terkecilnya.
Bahagia? Kurasa itu kata yang terlalu sederhana.
Tak pernah memintaku menjauhi yang lain.
Tapi dijadikannya diri terbaik, hingga aku memilih ia dengan sendirinya.
Tak sering aku mendengarnya mengucap rindu.
Tapi sekali rindu, tiba-tiba kudapati ia di depan pintu rumahku.
Tak pernah aku disebutnya cantik, tapi selalu bangga menggenggam tanganku sedang di manapun berada.
Tentu saja aku ingin dengannya lama-lama.
Tapi jika semesta mau, bisa jadi esok lusa sudah tidak bersama.
Selamanya memang menjadi cita-cita.
Merayu takdir agar menjadi pendukung aku dan dia.
Sesebentar apapun ini, aku bersyukur bisa menikmatinya selama masih terjadi.
Aku hampir lupa kalau jatuh cinta padanya yang juga menjatuhcintai kita, bisa sebegini menyenangkannya.

Selasa, 12 Mei 2015

This I do not know what kind of conversation

“Suatu hari dia kembali, apa masih mungkin bagimu?”
            “Berat kukatakan, tapi iya, mungkin saja.”
            “Setelah semua yang dilakukannya? Setelah itu semua?”
            “Bergantung. Bila bisa kupastikan ia berubah. Kukata mungkin saja.”
            “Aku kalau jadi dirimu mungkin tak akan lagi pernah.”
***
            “Sebentar, masihkah?”
            “Tidak. Aku benar-benar.”
            “Lalu yang kubaca barusan?”
            “Fiksi.”
            “Tidak kurasa. Sekali lagi kutanya, masihkah?”
            “Kau tahu cara terbaik menghukum orang yang mencampakkanmu? Membuatnya terus merasa dicintai. Kau tahu kenapa?”
            “Hm?”
            “Saat semua orang meninggalkanmu, orang pertama yang pasti bakal kaucari adalah mereka-mereka yang kau percaya masih ada untukmu.”
            Hah, kau licik juga!”
            “Tidak juga.”
            “Boleh bertanya satu hal?”
            “Hm.”
            “Memang benar-benarkah sudah kaupastikan kau tegar?”
            “…”
***
            “Jangan rapuh! Balas sms-nya, angkat teleponnya, atau acuhkan. Apa saja. Cuma jika dibuatnya kau menangis satu kali lagi, sungguh-sungguh dia akan kuberi pelajaran!”
            “Iya.”
***
            “Aku rindu. Kau masih mencintaiku? Aku masih mencintaimu.”
            “Apa!??”
***
Apa yang sering orang katakan soal perempuan?

Hati mereka selalu sudah lebih dulu jauh melampaui akalnya.

Itu yang paling menyebalkan!

Senin, 04 Mei 2015

Tak pernah ada yang salah tentang jatuh cinta

Gugup, itulah salah satunya
Sama halnya aku, yang mencoba tenang ketika didekatmu
Dan terkadang bertingkah seperti anak kecil
Manja dan centil
Tak pernah ada yang salah tentang jatuh cinta
Apalagi jatuh cinta kepadamu
Berkali-kali berulang kali, aku mencintaimu


Ketika pelukkan itu mendarat pada tubuhku
Hangatmu masih tetap sama, tak pernah ada yang berubah

Saat hatiku resah, bimbang dan tak tentu arah
Disitu kau pasti tau, menenangkanku dgn cara memeluk
Itu lebih dari cukup menurutku

Dalam dekap itu kutatap matamu lekat-lekat
Bibirmu kata
" tak akan ku tinggal lagi, ini yg terakhir dan selamanya "
Dan aku hanya bisa memelukmu seerat mungkin
Seerat kaca yang menempel dijendela
" Aku ingin selalu seperti ini fa, walaupun akhirnya kita pasti akan berpisah kembali, yakni oleh sang ilahi "

Memang tak pernah ada yang salah tentang jatuh cinta
Apalagi kepadamu...


Jumat, 01 Mei 2015

Sampai bingung harus memberi judul tulisan ini apa

Ada beberapa hal di dunia ini yang tak akan pernah selesai dan behenti untuk aku tuliskan, kamu juga segala cintamu.
Beberapa orang sudah kelelahan dan terlelap saat malam semakin hening penuh dengan ketenangan. Barangkali kamu juga, sudah memejam lebih dulu sambil menjemputku agar tak lupa tiba di mimpimu.
Tapi, tahukah kamu siapa yang masih terjaga? ia seorang perempuan yang kepalanya kau peluk dengan tangan kirimu begitu hangat tepat di atas dadamu, meski kamu sudah lebih dulu tertidur.
Ia yang dengan sangat bahagia bersedia tersesat dalam lelapmu bahkan tak pernah ingin mencari jalan keluar untuk menghindari itu.
Akukah itu? iya AKU.
Perempuan yang ketika bercermin menatap dirinya sebagai perempuan yang sudah kamu cinta dan kasihi dengan sebaik-baiknya.
Aku sampai bingung harus memberi judul tulisan ini apa, selain kamu pasti tahu, aku menuliskannya dengan begitu tenang dan bahagia. Mengingatmu, membaca, dan menjatuhkan rasa berkali-kali, lalu huruf demi huruf bergembira menyimpul ribuan kata.
Aku akan kembali pada malam yang hening itu, kekasihku.
Perlu kamu tahu, sungguh sebenarnya ketika kepalaku berada tepat di atas dadamu, kudengar debar demi debar, kudengar nafasmu yang bahkan terkadang mengabarkan lelahmu atas hari itu, mereka ialah hal-hal yang membuat aku tak pernah ingin tidur, aku begitu ingin menghitung debarnya, memastiskan bahwa tiap-tiap detaknya tetaplah berisi namaku dan segala doa dari jantungmu untukku.
Padahal aku begitu tahu, aku tak akan pernah sanggup menghitungnya. Sungguh aku tetap tak ingin tidur, mataku masih terjaga, masih lebar terbuka, aku masih menatap lelapmu lekat-lekat, kemudian kuusap pipimu pelan, aku berdoa sebanyak-banyaknya, melambungkan ribuan semoga tentang segala macam kebaikanmu, kebaikanku, dan semua yang berjudul kita.
Aku mau menjagamu, memelukmu, terus menatapmu, sampai ketika matahari pagi membangunkanmu, kamu terbangun dalam keadaan bahagia, karena aku masih terjaga di sampingmu, dan kamu mengerti itu.
image
Ada banyak hal di dunia ini yang membuat kamu bisa terus bahagia dan tak henti-hentinya bersyukur. Termasuk hal ini; ketika aku tahu, ada laki-laki yang hidupnya tidak akan baik-baik saja ketika aku tidak ada. Kamu butuh memastikan, apakah kamu sudah jatuh cinta sampai pada titik bahwa kamu tahu kamu memang membutuhkannya untuk ada terus bersamamu, menemanimu sampai datang tua, sampai nafas sudah tak lagi ada. Bahwa hidupnya juga tak akan baik-baik saja ketika kamu tidak ada di sampingnya. Begitu pun ia sebaliknya. Dan terima kasih, aku sudah menemukan jawabannya, terima kasih juga, kamu sudah mengizinkan aku untuk menjadi jawaban atas pertanyaan yang selama ini sedang kamu cari-cari jawabannya.
Maka, terlelaplah, berdoalah, sekali lagi sungguh aku ingin terus tersesat dalam lelapmu, sampai pada malam dan lelap keberapa yang sudah tak bisa aku hitung lagi. Aku ingin terus mampu memastikan, bahwa ketika kamu bangun nanti, kamu tetap baik-baik saja, dan kita tetap bahagia dalam keadaan saling jatuh cinta.