Ada beberapa hal di dunia ini yang tak akan pernah selesai dan
behenti untuk aku tuliskan, kamu juga segala cintamu.
Beberapa orang sudah kelelahan dan terlelap saat malam semakin hening penuh dengan ketenangan. Barangkali kamu juga, sudah memejam lebih dulu sambil menjemputku agar tak lupa tiba di mimpimu.
Tapi, tahukah kamu siapa yang masih terjaga? ia seorang perempuan yang kepalanya kau peluk dengan tangan kirimu begitu hangat tepat di atas dadamu, meski kamu sudah lebih dulu tertidur.
Ia yang dengan sangat bahagia bersedia tersesat dalam lelapmu bahkan tak pernah ingin mencari jalan keluar untuk menghindari itu.
Akukah itu? iya AKU.
Perempuan yang ketika bercermin menatap dirinya sebagai perempuan yang sudah kamu cinta dan kasihi dengan sebaik-baiknya.
Aku sampai bingung harus memberi judul tulisan ini apa, selain kamu pasti tahu, aku menuliskannya dengan begitu tenang dan bahagia. Mengingatmu, membaca, dan menjatuhkan rasa berkali-kali, lalu huruf demi huruf bergembira menyimpul ribuan kata.
Aku akan kembali pada malam yang hening itu, kekasihku.
Perlu kamu tahu, sungguh sebenarnya ketika kepalaku berada tepat di atas dadamu, kudengar debar demi debar, kudengar nafasmu yang bahkan terkadang mengabarkan lelahmu atas hari itu, mereka ialah hal-hal yang membuat aku tak pernah ingin tidur, aku begitu ingin menghitung debarnya, memastiskan bahwa tiap-tiap detaknya tetaplah berisi namaku dan segala doa dari jantungmu untukku.
Padahal aku begitu tahu, aku tak akan pernah sanggup menghitungnya. Sungguh aku tetap tak ingin tidur, mataku masih terjaga, masih lebar terbuka, aku masih menatap lelapmu lekat-lekat, kemudian kuusap pipimu pelan, aku berdoa sebanyak-banyaknya, melambungkan ribuan semoga tentang segala macam kebaikanmu, kebaikanku, dan semua yang berjudul kita.
Aku mau menjagamu, memelukmu, terus menatapmu, sampai ketika matahari pagi membangunkanmu, kamu terbangun dalam keadaan bahagia, karena aku masih terjaga di sampingmu, dan kamu mengerti itu.
Ada banyak hal di dunia ini yang membuat kamu bisa terus bahagia dan tak henti-hentinya bersyukur. Termasuk hal ini; ketika aku tahu, ada laki-laki yang hidupnya tidak akan baik-baik saja ketika aku tidak ada. Kamu butuh memastikan, apakah kamu sudah jatuh cinta sampai pada titik bahwa kamu tahu kamu memang membutuhkannya untuk ada terus bersamamu, menemanimu sampai datang tua, sampai nafas sudah tak lagi ada. Bahwa hidupnya juga tak akan baik-baik saja ketika kamu tidak ada di sampingnya. Begitu pun ia sebaliknya. Dan terima kasih, aku sudah menemukan jawabannya, terima kasih juga, kamu sudah mengizinkan aku untuk menjadi jawaban atas pertanyaan yang selama ini sedang kamu cari-cari jawabannya.
Maka, terlelaplah, berdoalah, sekali lagi sungguh aku ingin terus tersesat dalam lelapmu, sampai pada malam dan lelap keberapa yang sudah tak bisa aku hitung lagi. Aku ingin terus mampu memastikan, bahwa ketika kamu bangun nanti, kamu tetap baik-baik saja, dan kita tetap bahagia dalam keadaan saling jatuh cinta.
Beberapa orang sudah kelelahan dan terlelap saat malam semakin hening penuh dengan ketenangan. Barangkali kamu juga, sudah memejam lebih dulu sambil menjemputku agar tak lupa tiba di mimpimu.
Tapi, tahukah kamu siapa yang masih terjaga? ia seorang perempuan yang kepalanya kau peluk dengan tangan kirimu begitu hangat tepat di atas dadamu, meski kamu sudah lebih dulu tertidur.
Ia yang dengan sangat bahagia bersedia tersesat dalam lelapmu bahkan tak pernah ingin mencari jalan keluar untuk menghindari itu.
Akukah itu? iya AKU.
Perempuan yang ketika bercermin menatap dirinya sebagai perempuan yang sudah kamu cinta dan kasihi dengan sebaik-baiknya.
Aku sampai bingung harus memberi judul tulisan ini apa, selain kamu pasti tahu, aku menuliskannya dengan begitu tenang dan bahagia. Mengingatmu, membaca, dan menjatuhkan rasa berkali-kali, lalu huruf demi huruf bergembira menyimpul ribuan kata.
Aku akan kembali pada malam yang hening itu, kekasihku.
Perlu kamu tahu, sungguh sebenarnya ketika kepalaku berada tepat di atas dadamu, kudengar debar demi debar, kudengar nafasmu yang bahkan terkadang mengabarkan lelahmu atas hari itu, mereka ialah hal-hal yang membuat aku tak pernah ingin tidur, aku begitu ingin menghitung debarnya, memastiskan bahwa tiap-tiap detaknya tetaplah berisi namaku dan segala doa dari jantungmu untukku.
Padahal aku begitu tahu, aku tak akan pernah sanggup menghitungnya. Sungguh aku tetap tak ingin tidur, mataku masih terjaga, masih lebar terbuka, aku masih menatap lelapmu lekat-lekat, kemudian kuusap pipimu pelan, aku berdoa sebanyak-banyaknya, melambungkan ribuan semoga tentang segala macam kebaikanmu, kebaikanku, dan semua yang berjudul kita.
Aku mau menjagamu, memelukmu, terus menatapmu, sampai ketika matahari pagi membangunkanmu, kamu terbangun dalam keadaan bahagia, karena aku masih terjaga di sampingmu, dan kamu mengerti itu.
Ada banyak hal di dunia ini yang membuat kamu bisa terus bahagia dan tak henti-hentinya bersyukur. Termasuk hal ini; ketika aku tahu, ada laki-laki yang hidupnya tidak akan baik-baik saja ketika aku tidak ada. Kamu butuh memastikan, apakah kamu sudah jatuh cinta sampai pada titik bahwa kamu tahu kamu memang membutuhkannya untuk ada terus bersamamu, menemanimu sampai datang tua, sampai nafas sudah tak lagi ada. Bahwa hidupnya juga tak akan baik-baik saja ketika kamu tidak ada di sampingnya. Begitu pun ia sebaliknya. Dan terima kasih, aku sudah menemukan jawabannya, terima kasih juga, kamu sudah mengizinkan aku untuk menjadi jawaban atas pertanyaan yang selama ini sedang kamu cari-cari jawabannya.
Maka, terlelaplah, berdoalah, sekali lagi sungguh aku ingin terus tersesat dalam lelapmu, sampai pada malam dan lelap keberapa yang sudah tak bisa aku hitung lagi. Aku ingin terus mampu memastikan, bahwa ketika kamu bangun nanti, kamu tetap baik-baik saja, dan kita tetap bahagia dalam keadaan saling jatuh cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar