Kamis, 30 April 2015

April

Di matamu berkali-kali aku mendapati cinta yang lebih indah dari senja
Keduanya, penuh dengan doa, puisi, dan cinta

Malam ini
Pada bulan dimana Tuhan tlah mengizinkan aku melihat dunia
di antara senyum dan kebahagiaanmu sungguh aku begitu ingin mendoakanmu berkali-kali

Terima kasih, sudah menyediakan aku sebaik-baik tempat tinggal
Terima kasih, sudah menjadikan aku sebaik-baik rumah untukmu pulang menuju dadaku yang lapang

Malam ini
Kita menjelma dua tangis yang pecah sebab ribuan semoga yang telah menjadi cerita
Karena, sejak malam itu aku mengerti, kamulah wujud dari doa-doa yang telah Tuhan kabulkan
Di bahu ini; ya, bahuku dan bahumu tangis kita pecah,
Bukan sebab sakit mau pun kesedihan-kesedihan
Tetapi, tentang bahagia yang tak pernah selesai di rangkum oleh kata-kata
dan, di pelukmulah segala tangis tlah menjadi hangat dengan sebaik-baiknya

Sayang…
Jika suatu saat jarak memenggal semua jenis dekapan milik kita, ketahuilah debar ini masih sama
debar dan dekap paling dahaga yang hanya akan aku berikan; untukmu
doa-doa yang tak pernah putus, untukmu kepada yang paling Maha Kuasa

Terima kasih April
Terima kasih Fa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar