Kamis, 25 Juni 2015

Marhaban Ya Ramadhan, This year with you

Ramadhan tahun ini ada yang datang kembali dalam pelukan
Sosok laki-laki yang mengagumkan
Laki-laki yang datang dengan sebongkah harapan
Tahun lalu mungkin sempat ada penggantiku bagimu pun juga penggantimu bagiku
Tak sungkan berterima kasihlah pada mereka karena kita diajarkan untuk belajar.

Tahun ini kau kembali fa,
Mungkin tidak dengan suara kereta atau begadang semalaman denganku, karena menghabiskan sisa-sisa rindu hanya lewat telepon genggam.
Ini berbeda, tahun dimana kita sama-sama berjuang untuk kebaikan kita.
Aku harap tahun berikutnya aku dapat memasakanmu menu sederhana yang tak kalah nikmat dengan masakan ibu dirumah.
Walau ditunda untuk beberapa tahun lamanya.
Aku tak pernah menyalahkan Tuhan yang maha baik, jika memang takdirnya aku harus menunggumu untuk waktu yang lama, aku tak akan pernah berhenti meminta pada  Tuhan tentang perihal kita selalu bersama meski Tuhan  menundanya dan semoga ini rencana terindah Tuhan untuk kita.




Aku dan Kamu sama-sama berjuang untuk menjadi KITA. 

Selasa, 02 Juni 2015

Tentang laki-laki saya

Ini tentang laki-laki saya.
Laki-laki ini saya kenal dari beberapa tahun lalu, dari tahun dimana saya sedang malas dengan namanya sebuah perkenalan.
Saya pernah jatuh, jatuh dan jatuh.
Dan dibangkitkan olehnya.
Hingga akhirnya saya mempunyai kecenderungan malas pada yang namanya laki-laki, tapi bukan termasuk (ia) laki-lakuku.

Ini tentang ia, laki-lakiku.
Ada sesuatu ( entah bernama apa itu ) yang membuat saya selalu betah menatap matanya, berlama-lama berada disisihnya, sampai- sampai jika waktu menyuruhnya pulang saya sengaja merengek
" 5 menit lagi ya sayang? " Maka ia pun tak akan tega meninggalkan saya, segera mendekap saya dengan penuh kehangatan.

Saya sempat bingung ketika saya bercermin dan menatap lekat-lekat,  sebenarnya apa yang saya agungkan pada sesosok laki-laki bernama " Fastabiqul Khoir " ia sangat sederhana namun berwibawa, ia mungkin tidak sosok laki-laki romantis tapi dia humoris, terkadang kemarahannya menggunakan nada tinggi tapi memiliki konsonan kata yang lembut sampai-sampai saya terpaku, walau begitu ia memiliki kelembutan yang luar biasa setiap mengelus kepala saya ketika saya merasa ketakutan mendengar amarahnya, dekapnya adalah satu-satunya hal paling masuk akal yang saya punya.

Sekali lagi, ini tentang laki-laki saya.
Pemilik bola mata coklat yang meneduhkan, laki-laki yang selalu membimbing saya menjadi perempuan hebat, laki-laki yang sedang berjuang untuk segera menghalalkan saya dengan caranya.

Ini tentangmu Fastabiqul Khoir
Laki-laki yang membuat saya jatuh cinta sehebat ini.