Lelapmu ialah polos yang lugu kala jemarimu menggenggam, lenganmu merangkuh bagian pinggang
satu bagian yang paling aku suka
dimana aku merasa menjadi perempuan paling sempura
Sedikit tertawa dan permainan empat mata
cara senyummu yang mengundang kenakalan
satu titik yang aku tahu saat menatapmu adalah titik dimana tak pernah aku ketahui sebelumnya
Begini, boleh dikata aku memeng perempuan yang kerap bahkan suka sekali memandang laki-lakinya melalui sudut mata, entah kenapa aku suka.
Mungkin dari titik itulah semua dapat terbaca, jelas tanpa embel-embel dusta.
Dingin telah mengunci segala pintu
dan pelukmu ialah hangat dari selimut malam yang pernah ku punya
dan satu lagi yang kusuka, kamu tak pernah membiarkan matamu terlelap terlebih dahulu sebelum menina bobokanku sembari mengelus-elus bagian keningku dan mengecupnya.
Terimakasih fa, atas getar cintamu atas degup paling handalmu.
Terimakasih fa, sudah kembali lagi pada dada kiriku.
Terimakasih fa, atas kekuatan yang pernah kau beriakan untukku.
satu bagian yang paling aku suka
dimana aku merasa menjadi perempuan paling sempura
Sedikit tertawa dan permainan empat mata
cara senyummu yang mengundang kenakalan
satu titik yang aku tahu saat menatapmu adalah titik dimana tak pernah aku ketahui sebelumnya
Begini, boleh dikata aku memeng perempuan yang kerap bahkan suka sekali memandang laki-lakinya melalui sudut mata, entah kenapa aku suka.
Mungkin dari titik itulah semua dapat terbaca, jelas tanpa embel-embel dusta.
Dingin telah mengunci segala pintu
dan pelukmu ialah hangat dari selimut malam yang pernah ku punya
dan satu lagi yang kusuka, kamu tak pernah membiarkan matamu terlelap terlebih dahulu sebelum menina bobokanku sembari mengelus-elus bagian keningku dan mengecupnya.
Terimakasih fa, atas getar cintamu atas degup paling handalmu.
Terimakasih fa, sudah kembali lagi pada dada kiriku.
Terimakasih fa, atas kekuatan yang pernah kau beriakan untukku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar