Kota Garam, 23 Februari 2015
#30HariMenulisSuratCinta#Harike-25
Buku sudah tamat dan pintu sudah ditutup. Rapat.
Hari pun sudah berlalu.
Saya dahulu pernah meyakini.
Teramat yakin sampai tak mampu terpatahkan.
Hingga keyakinan itu terkikis perlahan.
Habis terkhianati ragu. Dulu saya punya banyak percaya.
Terlampau percaya.
Sampai kepercayaan itu perlahan menjadi kabur.
Seperti pandangan mata yang digenangi air mata.
Ketika saya memutuskan untuk pergi.
Saya berpikir.
Kepergian ini akan memberikan saya waktu untuk berpikir banyak.
Menimbang kembali.
Kemudian saya menyadari bahwa saya sudah tak lagi merasa mampu untuk berusaha.
Tenaga sudah habis untuk memperjuangkan sesuatu yang bahkan tak mau bersusah payah mempertahankan diri saya.
Bukan lagi hati yang mendung dan hujan deras di mata yang ingin saya rasakan.
Tidak satu kali lagi.
Pun beribu kali.
Ada kebahagiaan didepan mata yang tengah saya kejar.
Ada mimpi yang saya ingin wujudkan.
Ada suatu kehidupan baru yang teramat ingin saya jalani.
Ada harapan yang sedang aku tata dengan perlahan.
Maka, maaf, tapi jangan. Tolong jangan lagi datang dan mengusik.
" Aku tidak bangga ketika meninggalkan kita, tapi aku berterimakasih pada diriku sendiri untuk itu. "
#30HariMenulisSuratCinta#Harike-25
Buku sudah tamat dan pintu sudah ditutup. Rapat.
Hari pun sudah berlalu.
Saya dahulu pernah meyakini.
Teramat yakin sampai tak mampu terpatahkan.
Hingga keyakinan itu terkikis perlahan.
Habis terkhianati ragu. Dulu saya punya banyak percaya.
Terlampau percaya.
Sampai kepercayaan itu perlahan menjadi kabur.
Seperti pandangan mata yang digenangi air mata.
Ketika saya memutuskan untuk pergi.
Saya berpikir.
Kepergian ini akan memberikan saya waktu untuk berpikir banyak.
Menimbang kembali.
Kemudian saya menyadari bahwa saya sudah tak lagi merasa mampu untuk berusaha.
Tenaga sudah habis untuk memperjuangkan sesuatu yang bahkan tak mau bersusah payah mempertahankan diri saya.
Bukan lagi hati yang mendung dan hujan deras di mata yang ingin saya rasakan.
Tidak satu kali lagi.
Pun beribu kali.
Ada kebahagiaan didepan mata yang tengah saya kejar.
Ada mimpi yang saya ingin wujudkan.
Ada suatu kehidupan baru yang teramat ingin saya jalani.
Ada harapan yang sedang aku tata dengan perlahan.
Maka, maaf, tapi jangan. Tolong jangan lagi datang dan mengusik.
" Aku tidak bangga ketika meninggalkan kita, tapi aku berterimakasih pada diriku sendiri untuk itu. "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar