Minggu, 15 Februari 2015

Demi do'a restu

                                                                                             Kota Garam, 15 Februari 2015
#30HariMenulisSuratCinta#Harike-17

Mengapa semua butuh janji
Bukankah cinta datang dari hati
Terus apakah tujuan kita bertemu bila akhirnya takdirestui




Ibu mu berkata padaku " Nak, bisakah kau jaga anak laki-lakiku ini ? "
Aku menjawab " Bu, aku ialah perempuan tak berparas cantik, aku buta bu tak dapat melihat. Aku cacat bu jalanku pun merangak terkadang aku tuli bu, masih pantaskah aku mendampingi anak laki-laki mu?"

Nak, ia mencintaimu. Ibu mohon nak, rasanya kurang lengkap jika kebahagiaan yang ibu berikan tapi ia tak berpendamping hidup dengan perempuan yang ia cintai.

Bu, saya minta maaf bukanya saya tidak mencintainya, tapi bu restu itu harus ada di kedua belah pihak jika ayah dan ibu saya memberi restu dan kemudian hanya ibu saja rasanya kurang afdol bu, maafkan saya bu. Biarkanlah anak laki-laki ibu mendapatkan perempuan yang lebih baik tapi mendapat restu oleh ayahnya. Sekali lagi saya mohon maaf bu.

Nak, kau memang cacat, ibu tahu kau pun buta dapat membedakan yang baik dan yang tidak, jalanmu memang tak sempurna tapi ibu tahu kau berada di jalan Allah SWT dan ibu tahu kau tuli dapat mendengarkan mana yang layak kau dengarkan dan mana yang tidak, maafkan ayah dari laki-laki yang mencintaimu na,k maafkanlah dan ibu minta pergilah dengan anak  ibu yang selama ini ibu rawat dengan baik, pergilah nak tak usah kau hiraukan ibu. pergi nak do'a restu ibu selalu pada kalian..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar