Kota Garam, 17 Februari 2015
#30HariMenulisSuratCinta#Harike-19
Ada yang lebih pilu dari rindu yang tak tersapu
Ialah hujan yang jatuh pada tanah yang salah
Tanah yang telah lebih dulu basah
Mustahil bagiku tahu, diluar hujan jatuh
Jika telingaku masih mendengungkan namamu utuh-utuh
Yang ku tahu, di relunglah hujan kerap turun dan mengguyur
Hujan tidak pernah berkunjung sendirian tanpa teman
Bersama mereka selalu datang sekeranjang kenangan
Pun di kelopak mata yang lebam
#30HariMenulisSuratCinta#Harike-19
Ada yang lebih pilu dari rindu yang tak tersapu
Ialah hujan yang jatuh pada tanah yang salah
Tanah yang telah lebih dulu basah
Mustahil bagiku tahu, diluar hujan jatuh
Jika telingaku masih mendengungkan namamu utuh-utuh
Yang ku tahu, di relunglah hujan kerap turun dan mengguyur
Hujan tidak pernah berkunjung sendirian tanpa teman
Bersama mereka selalu datang sekeranjang kenangan
Pun di kelopak mata yang lebam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar