Kota Garam, 02 Februari 2015
#30HariMenulisSuratCinta#Harike-4
Tuan, masihkah pendar matamu mampu melihat keluar?
Lihatlah mereka jatuh secara bersama membasahi tanah.
Tuan, masihkah telingamu dapat mendengar?
Ada melodi alam yang mengiringi kerinduan paling dalam
Samar terdengar, sebuah bongkah dan hancur berantakan.
Mereka menyebutnya : Hati ( yang perih )
Tuan masihkah lagi kau rasakan?
Aku memanggilmu di tengah jatuhnya hujan
Menunggu tak kenal waktu hanya untuk sebuah kepastianmu
Jemu bukanlah aku tuan
Mohon beri sidikit penerang agar menunggumu tak terlalu membosankan
Aku hanya tahu : Kamu peluk ternyaman dari segala hangat yang menghangatkan.
#30HariMenulisSuratCinta#Harike-4
Tuan, masihkah pendar matamu mampu melihat keluar?
Lihatlah mereka jatuh secara bersama membasahi tanah.
Tuan, masihkah telingamu dapat mendengar?
Ada melodi alam yang mengiringi kerinduan paling dalam
Samar terdengar, sebuah bongkah dan hancur berantakan.
Mereka menyebutnya : Hati ( yang perih )
Tuan masihkah lagi kau rasakan?
Aku memanggilmu di tengah jatuhnya hujan
Menunggu tak kenal waktu hanya untuk sebuah kepastianmu
Jemu bukanlah aku tuan
Mohon beri sidikit penerang agar menunggumu tak terlalu membosankan
Aku hanya tahu : Kamu peluk ternyaman dari segala hangat yang menghangatkan.
Tiap hari jadi keterusan baca suratnya nih :)
BalasHapusTiap hari jadi keterusan baca suratnya nih :)
BalasHapus