Kota Garam, 31 Januari 2015
#30HariMenulisSuratCinta#Harike-2
Sore ini senja tampak ranum dikotaku, seharian hujan deras mengguyurnya.
Ini pukul 17.15 burung-burung mulai pulang kesarangnya, tapi tidak bagi perempuan ini ia malah keluar rumah untuk menikmati senja di teras kota.
Secangkir coffee ia pesan pada seorang pelayan.
" Pesan apa, nona? " Tanya pelayan pada perempuan itu.
" Coffee, tanpa gula tentunya," Jawabnya Singkat.
" Ada lagi? " Pelayan itu menawarkan pesanan lagi.
" Tidak, Terimakasih." Jawabnya kembali.
" Baik, silahkan tunggu sebentar pesanan segera datang " Pelayan itu menjauh pergi.
Kesedihan itu ibarat kita meminum coffee, bagaimanapun rasa pahitnya tetap kita nikmati.
#30HariMenulisSuratCinta#Harike-2
Sore ini senja tampak ranum dikotaku, seharian hujan deras mengguyurnya.
Ini pukul 17.15 burung-burung mulai pulang kesarangnya, tapi tidak bagi perempuan ini ia malah keluar rumah untuk menikmati senja di teras kota.
Secangkir coffee ia pesan pada seorang pelayan.
" Pesan apa, nona? " Tanya pelayan pada perempuan itu.
" Coffee, tanpa gula tentunya," Jawabnya Singkat.
" Ada lagi? " Pelayan itu menawarkan pesanan lagi.
" Tidak, Terimakasih." Jawabnya kembali.
" Baik, silahkan tunggu sebentar pesanan segera datang " Pelayan itu menjauh pergi.
Kesedihan itu ibarat kita meminum coffee, bagaimanapun rasa pahitnya tetap kita nikmati.

Sendu bacanya....
BalasHapus