Siapa yang
nantinya akan kehilangan dari ketidakpedulian ini?
Apakah siang
yang senantiasa mengobati rindu kita meski sesaat?
Apakah senja
yang selalu ada untuk kita kembali menuai anak-anak rindu yang terlahir?
Ataukah, malam
yang tak jarang menyelimuti kita dalam doa sebelum pejam?
Adalah perempuan
yang pernah kau sebut sebagai perempuanmulah, yang akan merasakan mati pada tiap-tiap
waktu yang telah tersebutkan.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar